Duch…! Sulit amat sih melawan nafsu nich…!
Ga’ semudah membalik telapak tangan, lebih sulit dari membalik telapak kaki…he..he.. sapa hayo yang bisa membalik telapak kakinya…coba aja kalo ga’ jungkir !
Disaat dipuji oleh orang atas kelebihannya, atas kepintarannya, rajin ibadahnya, tanpa sadar syetan telah merasuk dalam alam pikiran bawah sadar gua, dan teraplikasi di alam sadar gua.
Syetan menari-nari dan membisikkan kata-kata ” Wah kamu hebat, kamu rajin ibadah, kamu pinter, ga’ ada yang nandingi kamu”
Astaghfirullaahal ‘Adziim…pergi kau syetan ! pergi…iii….!
Aku bukanlah seperti yang kau bisikkan, Hanya Allah yang pantas memakai kesombongan, Karena Dialah Al-Mutakabbir, hanya Dia, tidak yang lain !
Sering kali bahkan setiap denyut nadi syetan selalu merayu gua seperti itu, dan sangat sulit untuk diusir…
A’uudzu billahi minas syaithoonir rojhiim
Kadang gua sendiri bingung membedakan yang mana nafsu yang mana syetan.
Setelah membaca Kitab Kimiyaus Sa’adah Karya Imam Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Al-Ghozali, beliau menjelaskan bahwasanya nafsu ibarat seekor kuda, dan syetan adalah pelatihnya. ketika sang kuda sudah lincah, maka tanpa pelatihpun kuda dapat melakukannya.
Jangan dibunuh kuda itu, karena jika dia mati, maka kamu pun binasa. Karena dia adalah kamu, kamu adalah dia.
Tunggangilah, naiki kuda itu dengan hatimu, karena hatimu adalah Raja, sedang yang lan adalah prajuritnya.
